6 Langkah Memotivasi Diri Saat Diet

Banyak perempuan yang menginginkan tubuh ideal dengan diet. Hanya saja, tak sedikit perempuan yang terjebak dalam cara diet yang keliru, sehingga hasilnya tak memuaskan.
Pemenang WRP Sure You Can Do! Challenge, Ira Lathief (kategori Weight Loss Challenge), dan Minda Sari (kategori Body Shape Challenge), berbagi pengalamannya kepada Kompas Female beberapa waktu lalu.

1. Fokus pada tujuan agar diri lebih termotivasi
Tujuan awal mempengaruhi keberhasilan diet. Ira (30) misalnya, berat badan berlebih (60 kg, dengan tinggi 153 cm) membuatnya selalu dikira sedang hamil. Asumsi inilah yang kemudian membuat perempuan lajang yang berprofesi sebagai dosen ini bertekad menurunkan berat badan dan mendapatkan bentuk tubuh lebih ideal. Memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dengan tubuh ideal menjadi motivasi lainnya. Fokus Ira adalah menurunkan berat dalam dua bulan masa kompetisi.

Lain lagi dengan Minda (33). Ibu dua anak bertubuh mungil ini mulai mengalami perubahan dalam tubuhnya sejak menikah dan melahirkan. Minda seringkali menderita sakit kepala dan mengidap penyakit maag akut. Keinginan untuk memiliki tubuh sehat, fit dan ideal menjadi fokus utamanya. Kedua perempuan ini berhasil membuktikan, dengan tekad kuat, keinginan mendapatkan tubuh sehat terpenuhi hanya dalam dua bulan.

Kedua perempuan ini berhasil membuktikan, dengan tekad kuat, keinginan mendapatkan tubuh sehat terpenuhi hanya dalam dua bulan.

2. Ubahlah mindset
“Menjalani diet perlu mengubah paradigma, dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa diet bukan menyiksa diri namun lebih kepada menjalani pola hidup sehat yang menjadi gaya hidup,” papar Minda. Pola pikir seperti ini juga dimiliki Ira.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai penulis ini menilai diet sebagai tantangan mengalahkan diri sendiri, menjaga komitmen, dan meyakini bahwa tujuan (yang menjadi impian) bisa diwujudkan. “Yang terpenting saat menjalankan diet adalah motivasi diri,” kata Ira yang mengaku pernah gagal menjalani diet tanpa motivasi yang kuat.

3. Mengubah pola dan gaya hidup Sudah
tentu, rumusan diet sehat adalah mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Lantas bagaimana eksekusinya? Ira yang fokus menurunkan berat badan, menjalani latihan dua jam per hari selama lima hari seminggu di pusat kebugaran.

Kegiatan olahraga yang dipilihnya adalah latihan sepeda statis (stationary bike) dan treadmill, masing-masing satu jam. Sedangkan Minda yang ingin membentuk tubuhnya, rutin mendatangi pusat kebugaran lima hari seminggu. Pilihan latihannya, 30 menit kardio (untuk pemanasan), 1 jam dengan arahan personal trainer, dan 30 menit mengakhiri latihan kembali dengan kardio.

4. Mengatur dan menjaga pola makan
Komitmen menjalani olahraga perlu dijaga agar program diet berhasil, namun akan sia-sia jika tidak dibarengi pola makan sehat.

Ira mencontohkan, ia pernah menjalani program fitnes di salah satu pusat kebugaran selama tujuh bulan, namun tidak memberikan hasil maksimal karena ia tak menjaga pola makan.

Melalui ajang kompetisi WRP Sure You Can Do! Challenge, Ira mempelajari pola makan yang tepat sesuai kebutuhannya. Artinya, Anda memerlukan panduan dan konsultasi, seperti dilakukan dalam program diet sehat ala WRP ini. Informasi mengenai pola makan sehat bisa Anda dapatkan dari mana saja. Misalnya dari berbagai bacaan, klinik gizi, atau melalui pusat kebugaran dengan berdiskusi bersama personal trainer.

Ira berhasil menurunkan berat badan dari 60 kg menjadi 55kg, dengan masa otot naik 1 kg selama dua bulan. Caranya, pola makan diubahnya dengan membiasakan lima kali waktu makan:
* Pukul 07.00, sarapan dengan mengonsumsi susu nutrisi rendah lemak untuk program diet.
* Pukul 10.00, camilan dengan buah atau makanan sehat khusus diet.
* Pukul 12.00, makan siang sebanyak 700 kalori, berupa nasi, ikan, sayur, buah, dan mengurangi gorengan. * Pukul 16.00, camilan sama seperti pagi hari.
* Pukul 19.00, makan malam digantikan dengan susu nutrisi rendah lemak untuk program diet. Bisa juga diganti dengan sayur segar seperti capcay. Sedangkan Minda konsisten mengatur pola makan selama dua bulan yang diakuinya berhasil membuat tubuhnya lebih fit. Fokus Minda adalah membentuk tubuh, artinya asupan jumlah kalori perlu dijaga total 1700 kalori setiap hari:
* Pukul 07.00, sarapan dengan roti gandum dan selai, total 340 kalori.
* Pukul 10.00, camilan dengan buah atau makanan sehat khusus diet, 120 kalori.
*Pukul 12.00 – 13.00, makan siang sebanyak 740 kalori.
* Pukul 16.00, camilan sama seperti pagi hari, 120 kalori.
* Pukul 19.00, makan malam dengan menu standar namun batasi 380 kalori.

5. Menyulap kejenuhan dengan kreativitas
Diet sehat butuh komitmen kuat karena banyak godaan menyerang. Seringkali Ira dan Minda merasa jenuh dengan kebiasaan baru mengubah pola hidup. Namun kejenuhan bukan jadi alasan untuk mengalahkan diri. Mereka berusaha menyiasati kejenuhan tanpa mengganggu program diet.

Jika Minda membuat kreativitas sajian makanan, Ira mengakali “kecurangannya” merusak pola makan dengan lebih banyak berolahraga.

“Selain ke gym, saya bergabung dengan komunitas bike to work. Terinspirasi dari Arie Dagienk yang bisa menurunkan berat badan puluhan kilogram dengan kebiasaan bersepeda ini,” jelas Ira.

Sedangkan Minda mengubah susu dalam bentuk lain seperti puding atau agar-agar rasa tawar yang dicampur susu. Kombinasi buah-buahan juga menjadi cara lain agar selera terhadap makanan sehat tetap terjaga.

6. Support group
Bergabung dengan komunitas atau mencari rekan yang saling mendukung penting untuk menjalankan diet. Jadi, bergabunglah dalam berbagai pilihan komunitas atau kelompok yang menjalani pola hidup sehat. Anda tentu membutuhkan dukungan dan sumber inspirasi agar merasa tak sendiri menjalani komitmen jangka panjang ini bukan?

Inilah Risiko Kesehatan Hati Anda Jika Menjalankan Diet Keto

Inilah Risiko Kesehatan Hati Anda Jika Menjalankan Diet Keto

Inilah Risiko Kesehatan Hati Anda Jika Menjalankan Diet Keto

Diet keto belakangan ini menjadi salah satu metode paling populer untuk menurunkan berat badan.

Sayangnya, para peneliti dan ahli diet mulai mengkhawatirkan efek samping dari pola diet ini.

Riset terbaru menyimpulkan, diperlukan kehati-hatian dalam mengadopsi pola diet ini, khususnya bagi kaum perempuan.

Riset yang dilakukan peneliti di Universitas Iowa menyimpulkan, pria dan wanita memiliki reaksi berbeda dalam merespons diet ketogenik.

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan The Endocrine Society ini mendasarkan temuan mereka lewat penelitian pada tikus.

Tikus betina kecil memiliki peluang menghilangkan lemak dalam jumlah yang berbeda secara signifikan daripada tikus jantan, dalam pola diet ini.

Selain itu, ada kecenderungan tikus betina mengalami gangguan kontrol gula selama masa riset.

Jesse Cochran, selaku peneliti utama dalam riset ini, mengatakan respons tubuh seseorang terhadap diet keto sebenarnya sulit diketahui.

Namun, dengan hasil temuan ini menjadi petunjuk agar kita berkonsultasi dengan ahli gizi terlebih dahulu sebelum memulai diet.

“Sangat penting untuk berpikir kritis ketika meninjau informasi ini, dan menyediakan sedikit waktu untuk menggali pemahaman agar semuanya jelas,” ucap Cochran.

Banyak orang mengklaim diet keto sangat membantu untuk mendapatkan tubuh ideal, termasuk para selebritas.

Sayangnya, tak satu pun riset membuktikan keampuhan diet keto dalam menurunkan berat badan.

Banyak riset epidemiologis telah menunjukkan adanya respons yang beragam untuk diet keto ini.

Selain itu, beberapa riset yang berfokus pada wanita tidak menemukan korelasi antara penurunan berat badan dan pengurangan asupan karbohidrat.

Para ahli gizi telah memperingatkan, tidak ada cukup data yang ampuh menurunkan berat badan secara dramatis tanpa efek samping untuk kesehatan.

Inilah Risiko Kesehatan Hati Anda Jika Menjalankan Diet Keto

Risiko

Bahkan, diet keto dipercaya mengandung risiko potensial termasuk masalah hati dan ginjal, kekurangan nutrisi, dan terlalu banyak lemak jenuh.

Seperti yang kerap diulas, diet keto bertujuan untuk merangsang proses ketosis dalam tubuh.

Beberapa hari setelah seseorang mengurangi asupan karbohidrat dan menghilangkan asupan gula, tubuh akan mencari sumber energi lain.

Tubuh mulai membakar lemak yang tersimpan, dan, dalam prosesnya, hati mengubah lemak menjadi keton.

Keton menjadi bahan bakar baru, dan saat terakumulasi dalam darah, tubuh mengalami ketosis.

Inilah yang mendatangkan reaksi pembakaran lemak untuk menurunkan berat badan.

Menurut Cochran, riset yang dilakukannya berhasil mengungkap alasan perbedaan respons tubuh dalam menanggapi diet keto.

Dalam studi tersebut, setengah dari tikus menjalani diet ketogenik dan setengahnya melanjutkan diet teratur sebagai kontrol.

Diet kontrol meliputi konsumsi tujuh persen lemak, 47 persen karbohidrat, dan 19 persen protein.

Sementara itu, diet keto meliputi pola konsumsi 75 persen lemak, tiga persen karbohidrat, dan delapan persen protein.

Penurunan berat badan melalui diet keto, dalam riset ini, hanya terjadi pada tikus jantan.

Setelah 15 minggu, tikus jantan memiliki pengurangan berat badan yang signifikan berkat penurunan massa lemak.

Tapi, tikus betina tidak mengalami perubahan berat. Peneliti berpendapat, hal ini disebabkan oleh peran esterogen.

Dalam riset ini, peneliti mengeluarkan ovarium dari beberapa tikus betina, dan menguji para tikus untuk melakukan diet kembali.

Hasilnya, tikus-tikus betina yang kekurangan estrogen, merespons diet keto dengan pola penurunan berat badan dan lemak sesuai yang diharapkan.

“Riset kami menunjukkan hormon seks dapat memodulasi cara tikus jantan dan betina merespons diet ketogenik,” kata Cochran.

Nah, ditemukan pula liver tikus jantan yang melakukan diet keto memiliki tanda fibrosis dan penyimpanan lemak yang lebih nyata daripada tikus betina yang juga melakukan diet keto.

Ditemukan kadar hormon FG21 yang lebih tinggi pada tikus jantan. Riset sebelumnya telah membuktikan, hormon FG21 diproduksi sebagai respons terhadap kerusakan hati, terutama dalam kasus penyakit hati berlemak non alkohol.

Riset di tahun 2007 dari Universitas Dukejuga membuktikan, melakukan diet keto selama enam bulan dapat meningkatkan penyakit hati berlemak.

Berdasarkan riset yang dilakukannya inilah, Cochran tidak akan merekomendasikan diet keto untuk pria atau wanita, sampai efek dan mekanisme diet dipahami dengan lebih baik.

Masih diperlukan riset lebih lanjut untuk memastikan diet keto bisa diterapkan untuk semua orang dengan kondisi kesehatan yang baik.

Peneliti mencurigai, penurunan berat badan yang terjadi pada tikus jantan hanyalah efek yang berkembang di organ hati sebagai konsekuensi dari peningkatan berat badan.

Selain itu, hormon estrogen mungkin telah melindungi para wanita dari kerusakan hati. Oleh karena itu, diet keto tak memiliki dampak signifikan untuk penurunan berat badan pada wanita.

“Secara keseluruhan, ada kemungkinan penurunan berat badan yang kita lihat adalah sekunder dari respons hormonal terhadap akumulasi fakta,” ucap Cochran.

Cochran lantas menyarankan pentingnya penelitian lebih lanjut sebelum diet ini direkomendasikan kepada manusia.

“Cheating Day” Itu Penting!

Berat badan bisa menjadi masalah yang sensitif, terutama bagi perempuan. Biasanya cara yang dilakukan agar angka di timbangan badan menjadi ideal adalah mengurangi porsi makan atau jatah makan. Beberapa perempuan bahkan melakukan diet ekstrim seperti hanya minum jus selama beberapa minggu, tidak menyantap karbohidrat, tidak makan daging, dan diet ekstrim lainnya.

Diet juga dilakukan selama beberapa bulan tanpa henti. Namun karena sering tak tahan godaan, perempuan malah tergoda untuk melanggar aturan diet dengan menyantap makanan berlemak favoritnya di akhir pekan. Ini sering menimbulkan perasaan bersalah, dan membuat program diet minggu selanjutnya menjadi lebih ketat.

Anda tak perlu merasa bersalah karena berbuat curang saat diet. Karena sebenarnya kecurangan ini tak salah-salah amat kok. Justru saat diet, Anda membutuhkan waktu “istirahat” diet setiap seminggu sekali. Ini gunanya:

1. Memperbaiki otot
Diet akan lebih efektif ketika dipadukan dengan olahraga yang tepat. Jika jadwal latihan Anda mencakup latihan kardio atau latihan beban, maka Anda butuh banyak makanan bergizi untuk mengembalikan stamina.

Masalahnya, ketika diet Anda sering tak memberikan makanan yang cukup untuk otot. Maka Anda butuh satu hari bebas diet (biasa disebut cheating day) untuk memulihkan kekuatan, sekaligus mempersiapkan diri untuk menjalankan latihan pada minggu depan. Jika disantap dalam jumlah yang tepat, makanan-makanan non-diet ini akan membantu memperbaiki dan memperkuat otot tubuh Anda.

2. Membahagiakan diri
Tak bisa dipungkiri bahwa diet adalah program yang cukup menyiksa diri. Tak boleh makan ini dan itu, harus membatasi porsinya, dan kadang-kadang harus menahan lapar. Aduh… rasanya membosankan dan menyebalkan. Pelatih pribadi para selebriti, Harley Pasternak, mengungkapkan bahwa sesekali berbuat curang saat diet akan membantu Anda merasa lebih bahagia karena Anda tak merasa kehilangan kesempatan untuk menikmati makanan lezat yang Anda sukai. Pasternak percaya bahwa menjadwalkan hari bebas diet ini justru akan menguatkan semangat diet Anda karena memberi harapan untuk menyantap apa saja.

3. Lebih mudah menghindari camilan
Hari bebas diet pasti akan menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu dalam satu minggu. Pada hari tersebut Anda pasti tak akan menyia-nyiakan waktu untuk makan apa saja. Tim Ferris, penulis buku The 4-Hour Body, mengungkapkan, setelah memuaskan diri menyantap makanan yang diinginkan saat cheating day ini, Anda akan merasa bosan untuk menyantapnya lagi selama enam hari ke depan. Cara ini juga berfungsi untuk membuat Anda tidak penasaran pada rasa camilan yang diinginkan, dan tidak mencuri-curi waktu di tengah malam hanya untuk ngemil.

Terbuktikah Diet Karnivor Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan

Terbuktikah Diet Karnivor Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan

Amankah Diet Bagi Mereka yang Berat Badannya Sudah Normal?

Memiliki tubuh ideal memang menjadi impian semua orang. Banyak yang berjuang mati-matian untuk mendapatkan tubuh langsing dan berat badan ideal dengan diet ketat.

Tidak cukup dengan langsing, beberapa orang bahkan terobsesi untuk merampingkan tubuh walaupun berat badannya sudah masuk dalam kategori normal. Biasanya ini terjadi pada orang-orang yang kurang puas pada bentuk tubuhnya dan terpengaruh foto-foto media sosial yang mendefinisikan tubuh indah sebagai langsing untuk wanita, dan berperut six pack untuk pria.

Pertanyaannya, apakah sehat bila tetap melakukan diet meski sudah memiliki berat badan normal?

Berat badan ideal bisa diketahui dengan mudah dari indeks massa tubuh (IMT) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan body mass index (BMI). Indeks Massa Tubuh (IMT) didapatkan dengan cara membagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat. Berat badan yang dihitung menggunakan satuan kilogram (kg), sedangkan tinggi badan dalam satuan meter (m). Anda bisa menghitung IMT dengan rumus berikut ini:

Amankah Diet Bagi Mereka yang Berat Badannya Sudah Normal?

Dari hasil tersebut, perhatikan kategori berat badan berikut.

  • Berat badan kurang: <18,5
  • Berat badan normal: 18,5 – 24,9
  • Berat badan berlebih: 25 – 29,9
  • Obesitas: ≥ 30

Akan tetapi, IMT tidak memberikan evaluasi menyeluruh. Misalnya karena tidak ada perhitungan persentase lemak, tidak ada pertimbangan jenis kelamin, usia, ukuran pinggang, aktivitas fisik, serta tidak mempertimbangkan faktor etnis.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, IMT ideal sampai pada batas 18,5. Pada umumnya, seseorang masih bisa dibilang normal sebelum melewati batas itu. Namun, ketika IMT Anda di bawah batas tersebut, Anda termasuk kategori berat badan kurang.

Amankah Diet Bagi Mereka yang Berat Badannya Sudah Normal?

Selain kelebihan berat badan, kekurangan berat badan juga dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Terutama pada orang yang melakukan program diet yang tidak tepat. Apa saja gangguan kesehatan yang menyertai orang-orang yang kekurangan berat badan?

Malnutrisi, kekurangan vitamin, atau anemia

Tubuh manusia membutuhkan berbagai macam zat gizi, vitamin, dan mineral untuk menjalankan berbagai aktivitas dan metabolisme tubuh. Jika Anda melakukan program diet hingga tubuh Anda sangat kurus, Anda bisa kekurangan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ini menyebabkan tubuh Anda tidak menjalankan proses dengan baik dan malah bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Misalnya, ketika Anda tidak makan daging, Anda bisa kekurangan zat besi dan protein. Anda akan kehilangan kekuatan tubuh karena otot yang dipecah menjadi energi serta memiliki penurunan kemampuan metabolisme karena kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia. Selain itu, Anda akan merasa tidak berenergi sepanjang hari serta selalu merasa lemas.

Osteoporosis

Jika Anda kekurangan asupan vitamin D dan kalsium, tubuh akan mengambil kebutuhannya dari tulang Anda. Seperti yang Anda ketahui, tulang mengandung kalsium. Jika cadangan kalsium pada tulang terus menerus diambil, maka tulang akan menjadi keropos dan Anda berisiko mengalami osteoporosis.

Daya tahan tubuh melemah

Ketika berat badan Anda berada di bawah normal, terdapat gangguan pada sistem pertahanan tubuh Anda. Dengan kata lain, Anda akan lebih mudah terserang penyakit.

Meningkatkan risiko komplikasi pasca operasi

Orang dengan berat badan di bawah normal juga rentan mengalami komplikasi penyakit pasca operasi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Tidak subur

Bagi Anda kaum Hawa, jadwal menstruasi akan terganggu bahkan berhenti jika Anda sangat kurus. Ini menandakan bahwa proses produksi sel telur Anda terganggu dan dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
Gangguan ini terjadi terutama pada anak-anak dan remaja. Remaja sangat membutuhkan zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh mereka. Kekurangan zat gizi akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan mereka. Maka dari itu, pada dasarnya diet berlebihan sangat tidak dianjurkan untuk para remaja.

Amankah Diet Bagi Mereka yang Berat Badannya Sudah Normal?

Daripada terus-terusan diet, lebih baik olahraga untuk membentuk badan yang ideal.

Jika ingin memiliki tubuh menarik, terus menurunkan berat badan bukanlah langkah yang tepat. Ada baiknya Anda melakukan latihan fisik atau olahraga. Dengan latihan fisik, Anda bisa membakar lemak pada bagian tubuh Anda

Masalahnya, persentase lemak pada tubuh juga memengaruhi penampilan tubuh Anda. Selain itu, dengan latihan fisik, Anda juga bisa mengencangkan otot-otot yang membuat Anda terlihat bugar. Misalnya dengan sit-up untuk mengencangkan otot perut, squat untuk mengencangkan otot paha dan bokong, push-up untuk mengencangkan dada Anda, dan lain sebagainya.

Inilah Beberapa Kesalahan Yang Membuat Diet Gagal

Inilah Beberapa Kesalahan Yang Membuat Diet Gagal

Inilah Beberapa Kesalahan Yang Membuat Diet Gagal 1

Kesalahan sederhana bisa membuat upaya diet Anda gagal. Jika timbangan Anda tidak menunjukkan adanya perubahan berarti atau berat Anda sempat turun, tapi naik lagi, ada kemungkinan Anda melakukan kesalahan-kesalahan dalam berdiet berikut ini.

Menurunkan berat tubuh secara drastis
Bersikukuh untuk menghilangkan 5 kg berat badan dalam waktu singkat membuat Anda mencoba diet ekstrem. Entah itu dengan sama sekali menjauhkan diri dari makanan berlemak ataupun karbohidrat. Bahkan hanya mengasup kalori kurang dari 1.000 per hari. Tentu saja berat badan Anda akan berkurang banyak. Namun, ketika Anda hanya mengasup sedikit kalori, Anda melatih metabolisme diri untuk melambat. Ketika diet Anda sudah usai, tubuh sudah terbiasa untuk membakar kalori dengan lambat dan hal ini akan menyebabkan kenaikan berat badan lebih cepat dari yang dahulu.

Melewatkan sarapan
Melewatkan sarapan mungkin tercetus karena dianggap waktu makan yang bisa diabaikan dan bisa membakar kalori. Padahal, melewatkan sarapan justru akan membuat Anda kelaparan lebih parah pada siang hari. Bahkan, bisa menyebabkan Anda lebih banyak mengemil di kantor dan makan dengan porsi lebih banyak saat makan siang. Sarapan dengan menu kaya protein dan serat bisa mengurangi rasa lapar sepanjang hari. Faktanya, studi menunjukkan, orang yang tidak pernah melewatkan sarapan setiap hari memiliki kemungkinan untuk mempertahankan berat tubuh yang sehat lebih lama.

Lupa sedang mengemil
Anda mungkin menghitung kalori yang Anda asup setiap waktu makan besar. Namun, bagaimana dengan camilan yang Anda asup di antara waktu makan? Apakah ada cokelat yang tersimpan di laci Anda? Atau sepotong kue yang Anda coba saat acara syukuran ulang tahun kantor tadi? Atau hanya sekadar mencicipi es krim anak Anda kemarin sore? Sedikit demi sedikit, makanan yang masuk ke dalam mulut berupa camilan yang tak direncanakan akan merusak diet. Jika memang Anda serius untuk menghitung kalori, Anda bisa menggunakan buku catatan untuk menghitung setiap makanan yang masuk ke dalam mulut Anda.

Tidak mengemil sama sekali
Mengemil tanpa sadar apa saja yang dimakan memang bisa berdampak pada pinggang Anda. Namun, mengemil dengan perhitungan justru bisa membantu Anda menurunkan berat tubuh. Orang yang memakan makanan kecil rendah kalori dalam sehari bisa mengontrol rasa lapar dan menurunkan berat badan. Makan camilan bisa membantu tubuh menjaga metabolisme tetap tinggi, apalagi jika camilannya kaya protein. Kacang adalah pilihan asupan protein yang baik. Bahkan ada penelitian yang mengatakan, mereka yang mengemil kacang-kacangan lebih ramping ketimbang mereka yang tidak memakannya.

Terlalu banyak minum kalori
Ketika menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh, kita cenderung fokus kepada makanan saja, tapi lupa menghitung kalori dari minuman. Ini merupakan kesalahan yang besar karena kopi dan minuman manis lain bisa mengandung kalori hingga 500 kal. Bahkan, kalori di jus buah dan soda bisa menumpuk di dalam tubuh Anda. Apa yang lebih parah adalah kalori dalam minuman tidak memerangi kelaparan, Anda tak akan merasa ingin mengurangi jumlah asupan makanan setelah minum minuman berkalori tinggi.

Kurang air putih
Air putih adalah zat esensial untuk membakar kalori. Jika Anda membiarkan diri dehidrasi, metabolisme tubuh Anda akan berantakan, artinya, tubuh akan kesulitan mengurangi berat badan. Riset mengatakan, orang dewasa yang minum air putih 8 gelas atau lebih per harinya akan membakar kalori lebih banyak ketimbang mereka yang kekurangan air putih. Jadi, cobalah untuk meminum air putih setiap kali Anda makan dan mengemil.

Menghindari produk susu
Susu, keju, dan es krim biasanya menjadi bahan konsumsi yang tabu untuk kebanyakan orang yang sedang diet. Namun, mengurangi produk susu bisa jadi kontraproduktif. Beberapa penelitian mengatakan bahwa tubuh membakar lebih banyak lemak saat ia memiliki kalsium yang cukup dan memproduksi lebih banyak lemak ketika kekurangan kalsium. Suplemen kalsium tidak memberikan efek yang sama dengan kalsium yang berasal dari produk susu. Kebanyakan mereka yang berhasil dalam program diet menggunakan susu, keju, dan yoghurt rendah lemak untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya.

Menimbang setiap hari
Menimbang tubuh setiap hari adalah resep untuk rasa frustrasi dan tidak akan memberikan Anda informasi yang berarti. Lebih baik menimbang setiap seminggu sekali. Jika Anda berencana mengurangi 1-2 kg per minggunya, Anda akan merasa lebih baik saat menimbang tubuh. Hasilnya akan lebih memotivasi diri ketimbang menimbang tubuh setiap hari yang cenderung berubah-ubah.

Mematok gol tidak realistis
Mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda harus menghilangkan 10 kg dalam seminggu pertama adalah sebuah upaya untuk menggagalkan diri. Jika Anda tahu Anda tak akan mampu melakukannya, sekalian saja tidak usah dimulai sejak awal. Jika Anda berdiet dan kehilangan 2,5 kg dalam seminggu, Anda justru hanya akan merasa tidak percaya diri karena tak berhasil mencapai gol Anda. Gol yang realistis amat penting untuk diet yang sukses. Jika Anda tak yakin seberapa banyak bobot yang wajar dan boleh Anda hilangkan, cobalah untuk bicarakan kepada ahli diet.

Menghindari olahraga
Ketika Anda tidak berolahraga, Anda membebankan semua mimpi untuk meluruhkan berat badan pada upaya diet. Jika Anda semakin aktif, Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan yang Anda sukai dan tetap kehilangan berat badan. Kuncinya adalah menemukan latihan yang Anda nikmati. Jika Anda tak suka treadmill, coba berenang, balet, bersepeda, ataupun tenis meja. Kegiatan-kegiatan dan aktivitas bergerak ini bisa membakar kalori lebih banyak ketimbang berjalan kaki. Coba lakukan beragam kegiatan aktivitas tubuh yang berbeda hingga Anda menemukan aktivitas yang Anda sukai dan ingin sering dilakukan.

Terbuktikah Diet Karnivor Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan

Terbuktikah Diet Karnivor Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan

Terbuktikah Diet Karnivor Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan 2

Diet Merupakan suatu hal yang sering dilakukan untuk menurunan berat badan dan memiliki bentuk tubuh yg ideal. Ada banyak sekali jenis diet yang kita jumpai, sa;ah satunya dengan menurunkah jumlah asupan karbohidrat dan makan makanan dengan tinggi protein.

Cara adiet dengan menjadi karnivor (pemakan daging) ini sering kali disebut juga dengan sebutan tiger diet (diet macan),namun, apakah diet dengan cara seperti ini sehat bagi tubuh?

Diet karnivor dilakukan dengan mengomsumsi makanan yang rendah karbohidrat dan tinggi protein. Mereka yang melakukan diet jenis ini akan mengurangi asupan karbohidrat sebesar 30-90 persen. Padahal makanan yang mengandung karbohidrat, umumnya juga tinggi serat, vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di sisi lain, protein juga merupakan nutrisi yang di perlukan oleh tubuh. Dalam sehari, protein yang di butuhkan sekita 0.8 gram/kilogram berat badan. Jadi misalnya berat badan anda 50 kilogram. Kalikan 50 dengan 0.8 yaitu 40 jadi anda butuh 40gram protein per hari.

Dengan diet tinggi protein asupan protein akan di tingkatkan di atas kebutuhan, menjadi sebanyak 1-2,1-4 gram/kg badan. jadi kalau berat badan anda 50 kilogram, kalikan dengan 1,2 hingga 1,4. Berarti, keubuthan protein harian anda naik jadi 60 sampai 70 gram per hari.

Berdasarkan penelitian dalam The Journal of Nutrition, diet dengan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dan tinggi protein memang bisa memicu penurunan berat badan yang lebih cepat dibandingkan metode diet tinggi serat. Ini karena diet tinggi protein membuat Anda mengurangi karbohidrat, sehingga tubuh akhirnya menggunakan lemak sebagai sumber energi. Karena cadangan lemaknya terpakai, berat badan Anda pun akan turun.

Terbuktikah Diet Karnivor Sehat dan Ampuh Turunkan Berat BadanApakah diet ini baik untuk kesehatan? Diet karnivor memang bisa membantu Anda turun berat badan.

Namun, turun berat badan belum tentu lebih sehat. Ternyata diet dengan makanan tinggi protein dapat menyebabkan terjadinya beberapa hal yang dapat mengganggu kesehatan. Berikut penjelasannya.

1. Ketoasdosis Dalam keadaan normal, tubuh menggunakan glukosa (gula) dari karbohidrat untuk diubah jadi sumber energi. Dalam diet tinggi protein, seseorang tidak akan banyak makan karbohidrat seperti nasi atau kentang. Karena itu, tubuh akhirnya memecah lemak untuk dijadikan energi.

Namun, ketika tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai energi, tubuh juga akan menghasilkan zat bernama keton. Kebanyakan keton dalam tubuh berisiko menyebabkan ketoasdosis. Kondisi ini ditandai dengan gejala mual, muntah, kulit kering, sering kencing, haus terus, hingga sulit bernapas.

2. Penyakit jantung dan pembuluh darah Walau telah terbukti bahwa diet karnivor dapat menurunkan berat badan, diet seperti ini ternyata mungkin meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Masalahnya, saat Anda memilih makanan tinggi protein, Anda akhirnya meningkatkan asupan kolestrol dan lemak yang tinggi pula karena salah pilih menu diet.

Misalnya kalau Anda mengonsumsi susu, daging berlemak, serta es krim sebagai pilihan menu diet. Makanan-makanan tersebut dapat menurunkan fungsi pembuluh darah, meningkatkan kadar kolesterol, dan sebenarnya mengandung kalori yang tinggi.

3. Osteoporosis Diet tinggi protein bisa menyebabkan tubuh kekurangan mineral bernama asam fosfat. Alhasil, kemampuan tulang menyerap kalsium pun berkurang. Selain itu, asupan protein yang tinggi dapat mendorong pembuangan kalsium melalui urine (air kencing). Akhirnya, tulang kekurangan kalsium dan menjadi rapuh. Tulang yang rapuh tentu bisa berkembang jadi osteoporosis.

Terbuktikah Diet Karnivor Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan

Jadi, apa boleh melakukan diet karnivor?

Sebenarnya kunci paling penting untuk menurunkan berat badan bukanlah metode diet yang ekstrem, melainkan kedisiplinan untuk mulai hidup sehat. Meskipun dilakukan secara pelan-pelan. Bila Anda memang ingin mencoba metode diet yang satu ini, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi. Tenaga kesehatan akan membantu Anda merancang perubahan pola makan yang paling aman dan sesuai dengan tubuh setiap orang yang tentu berbeda-beda.

Ini Lah 9 Kebiasaan Yang Dapat Membuat Badan Menjadi Gemuk

Ini Lah 9 Kebiasaan Yang Dapat Membuat Badan Menjadi Gemuk

Ini Lah 9 Kebiasaan Yang Dapat Membuat Badan Menjadi Gemuk

Berat badan yang terus naik bukan hanya disebabkan oleh asupan makanan yang berlebihan. Gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat sehari-hari ternyata juga bisa menyebabkan berat badan meningkat. Berikut beberapa kebiasaan dan gaya hidup tak berkualitas yang diam-diam membuat tubuh Anda jadi gemuk.

1. Diet yang salah Banyak orang menganggap dirinya ahli diet. Mereka sering menentukan jenis diet untuk dirinya sendiri hanya karena mendengar dari teman atau membaca buku. Padahal setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda. Seharusnya, jenis diet yang cocok untuk Anda ditentukan oleh pakar gizi yang menangani Anda. Karena kalau tidak, jenis diet yang salah akan membuat Anda jadi lebih gemuk.

2. Melewatkan jam makan Saat diet, banyak perempuan yang menghindari makan malam. Harapannya, melewatkan jam makan malam bisa membuat tubuh lebih kurus. Ini cara yang tidak masuk akal, karena melewatkan makan siang hanya akan membuat metabolisme jadi lebih lambat dan justru menumpuk lemak di tubuh.

3. Makanan rendah lemak Jangan mudah tertipu dengan makanan yang berlabel low fat, karena belum tentu makanan ini benar-benar diet friendly. Terutama hindari gula yang diklaim rendah lemak. Lebih baik Anda menikmati setengah sendok madu dibandingkan menggantinya dengan dua sendok gula.

4. Kurang tidur Banyak pekerjaan terkadang menuntut Anda kerja lembur. Akibatnya Anda jadi kurang tidur. Padahal, idealnya Anda harus tidur delapan jam sehari. Kurang tidur bisa menghambat pencernaan dan metabolisme tubuh.

5. Makanan salah di waktu yang salah Makan buah saat sarapan, makan siang sedikit, dan makan malam berlebihan, bisa berakibat pada kenaikan berat badan. Konsumsi makanan yang salah di waktu yang salah justru akan berbahaya untuk tubuh. Idealnya, Anda harus mengonsumsi protein seharian dan makan buah di siang hari.

6. Makan terlalu cepat Saat makan siang seharusnya Anda bisa menikmati makan siang dengan santai. Sayang, kebanyakan orang justru makan siang dengan cepat dan terburu-buru. Kebiasaan makan seperti ini akan membuat pencernaan Anda terganggu. Seharusnya, Anda makan pelan-pelan karena bisa membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan lebih menikmati makanan. Makan pelan-pelan juga akan membantu Anda mengunyah makanan dengan baik sehingga membantu memperlancar pencernaan.

7. Terlalu banyak atau terlalu sedikit olahraga Cara paling baik untuk menurunkan berat badan adalah dengan olahraga rutin dan disiplin. Namun kebanyakan orang hanya olahraga 3-4 jam saat weekend saja, atau bahkan tidak berolahraga sama sekali.

8. Diet soda Semua makanan dan minuman yang berlabel diet biasanya menggoda orang yang sedang diet untuk bisa menikmatinya. Hati-hati, bisa jadi minuman diet seperti soda diet ini justru mengandung pemanis buatan yang bisa berbahaya untuk Anda.

9. Makan di luar Ketika makan di luar bersama teman-teman, Anda tak mungkin sempat menghitung jumlah kalori yang dimakan. Karena, suasana senang saat bersama teman-teman membuat Anda melupakan dulu urusan diet. Jika sedang diet, memang sebaiknya masak saja di rumah agar jumlah kalorinya lebih terkontrol.

Lebih Baik Hindari 5 Jenis Diet Ini

Lebih Baik Hindari 5 Jenis Diet Ini

Hampir setiap minggu ada saja metode diet baru yang diklaim ampuh membuat tubuh menjadi langsing dengan cara yang instan dan menyenangkan. Iming-Iming penurunan berat badan tanpa perlu usaha keras ini sering membuat kita dengan mudah percaya dan yakin untuk mengikutinya.

Mesi begitu sebaiknya anda tak gambang mengikuti metode diet tersebut iet semacam ini biasanya tidak bisa menurunkan berat badan dalam jangka panjang, sulit diikuti, dan bisa membuat tubuh kekurangan gizi, berikut adalah beberapa diet populer yang tidak direkomendasikan oleh para ahli

Lebih Baik Hindari 5 Jenis Diet Ini 3

1. Diet Makanan Mentah
Mengganti Makanan yang di goreng atau diproses berulang kali dengan buah dan sayuran memang bisa menurunkan berat badan. Tetapi, diet yang melarang bahan makanan yang dimasak sebaiknya tidak di lakukan.

Para penganut diet makanan mentah berkilah kadar gizi dalam sayur dan buah
akan berkurang setelah di masak. Memang benar,tetapi proses pemasakan sebenarnya masih menyisakan serat, vitamin dan mineral dalam jumlah cukup.
Bahkan, beberapa jenis sayuran dimasak dulu untuk meningkatkan nutrisinya, selian juga membunuh bakter.

2. Diet Alkalin
Metode diet ini, Anda disarankan untuk berpantang daging, produk susu,gula,kafein,alkohol, bahkan pengawet dan makanan yang di proses sebagiai gantinya, makanan segar harus di perbanyak

Diet Alkalin memang memiliki efek positif, yakni kita jadi lebih banyak mengonsumsi makanan segar dan terhindar dari makanan dengan pengawet. Tetapi, sebenarnya tubuh kita membutuhkan variasi makanan. Diet Alkalin juga tergolong rumit dan butuh perencanaan makanan yang baik. Biasanya orang yang mengikuti diet ini tak tahan melakukannya secara permanen.

3. Diet golongan darah Diet yang diciptakan oleh ahli naturopati Peter D’Adamo ini berdasarkan pada makanan yang kita asup memiliki reaksi kimia dengan golongan darah. Misalnya saja, mereka yang punya golongan darah O harus mengonsumsi daging, sayur, dan buah, serta menghindari tepung dan susu.

Sementara itu, orang yang bergolongan darah A disarankan memilih pola makan vegetarian. Orang dengan golongan darah B sebaiknya menghindari ayam, jagung, tepung, dan kacang-kacangan. Sayangnya, tidak ada bukti ilmiah diet yang ketat ini efektif menurunkan berat badan.

4. Diet biskuit Penggagas diet ini percaya, mengonsumsi biskuit atau cookies bisa membantu kita lebih langsing. Kita disarankan untuk sarapan, makan siang, dan ngemil, dengan cookies yang tinggi serat.

Jika kita mengikuti diet ini berat badan memang turun, tetapi kita akan mengalami gejala craving (seperti ngidam) karena kita hanya boleh mengasup makanan saat makan malam.

5. Diet lemon Diet ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan memiliki banyak variasi. Mayoritas menyarankan penganut diet ini minum air yang dicampur perasan jeruk lemon. Karena lemon bersifat diuretik atau menguras air, berat badan memang akan turun. Tetapi kita beresiko dehidrasi, pusing, mual, dan lemas. Begitu kita mengonsumsi makanan padat, berat badan beresiko naik lebih besar dari berat saat dimulainya diet.

Lebih Efektif Manakah Diet Rendah Garam Atau Karbohidrat

Lebih Efektif Manakah Diet Rendah Garam Atau Karbohidrat

Lebih Efektif Manakah Diet Rendah Garam Atau Karbohidrat 4

TANYA:
Dok, apakah diet rendah garam boleh dilakukan setiap orang? Saya pernah diet rendah garam selama dua minggu. Berat badan memang turun 4 kg. Tetapi setelah itu saya tidak lanjutkan karena tidak kuat dan tidak nafsu makan. Mengapa diet rendah garam bisa menurunkan berat badan? Lebih efektif mana dengan diet karbo? Mohon penjelasannya dok. Aliya (23), Jakarta

JAWAB:
Dear Aliya, terima kasih atas pertanyaannya. Garam (NaCl) merupakan salah satu elemen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu diet rendah garam tidak dianjurkan untuk dilakukan oleh semua orang.

Yang dimaksud dengan diet rendah garam (RG) adalah pembatasan penggunaan garam dapur (sodium klorida/ natrium klorida) maupun derivatnya (banyak dalam makanan yang diawetkan seperti sodium benzoate, dll), biasanya diberikan sekitar 3 – 5 gram sehari.

Adapun kegunaan diet rendah garam untuk membantu mengurangi timbunan cairan yang berlebihan dalam tubuh misalnya di bagian kaki, membantu menurunkan tekanan darah bagi mereka yang sensitif terhadap sodium, menurunkan risiko penyakit jantung dan ginjal.

Diet rendah garam dapat membantu menurunkan berat badan karena :
• Rasanya yang tawar ikut menurunkan selera makan, sehingga asupan makanan secara keseluruhan ikut berkurang.
• Garam yang berlebihan dalam makanan akan ikut menahan cairan sehingga berat badan ikutan naik karena cairan. Dengan mengurangi asupan garam tentunya akan ikut mengurangi jumlah cairan yang tertahan.

Dalam hal penurunan berat badan (BB) mana yang lebih efektif melakukan diet RG atau diet rendah karbohidrat? Dalam jurnal penelitian terbaru, diet rendah karbohidrat lebih terbukti bermakna menurunkan BB.

Namun harus diingat juga bahwa karbohidrat tetap merupakan zat gizi makro yang sangat diperlukan tubuh terutama otak dan sel darah merah. Oleh karena itu melakukan diet rendah karbohidrat tidak berarti tidak makan bahan makanan sumber karbohidrat sama sekali, karena tubuh masih membutuhkan minimal 130 gram karbohidrat dalam sehari.

Nilai 130 gram karbohidrat jika diterjemahkan dalam bentuk nasi sekitar 325 gram. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.

Hati-hati Dengan Program Diet Rendah Karbohidrat Dapat Menyababkan Gangguan Ritme Jantung Anda

Hati-hati Dengan Program Diet Rendah Karbohidrat Dapat Menyababkan Gangguan Ritme Jantung Anda

Ada satu hal alasan baru untuk lebih berhati-hati dengan diet rendah karbohidrat.
Studi terbaru menemukan bahwa diet ini dapat menyebabkan gangguan ritme jantung yang berujung pada stroke.

Gangguan ritme jantung yang dimaksud para peneliti adalah fibrilasi atrial, biasa disingkat A-fib atau AF. Salah satu kondisi jantung yang paling sering didiagnosis, penderita A-fib juga ditemukan lima kali lebih berisiko mengalami stroke dan gagal jantung dibandingkan kebanyakan orang.

Dr Xiaodong Zhuang, pakar kardiologi di Sun Yat-Sen University, Guangzhou, China, pun mengatakan, melihat potensi pengaruhnya pada arrhythmia (gangguan ritme jantung), studi kami menyarankan agar metode pengontrolan berat badan ini (diet rendah karbohidrat) direkomendasikan dengan lebih hati-hati.

Dipresentasikan dalam konferensi American College of Cardiology, Zhuang dan koleganya melakukan studi ini sebagai kelanjutan dari studi sebelumnya yang menemukan bahwa diet rendah karbohidrat memperpendek masa hidup.

Studi tersebut dilakukan terhadap setengah juta orang yang diminta untuk mencatat makanan mereka dan informasi gaya hidup lainnya selama 22 tahun.

Hati-hati Dengan Program Diet Rendah Karbohidrat Dapat Menyababkan Gangguan Ritme Jantung Anda 5

 

Dalam studi kali ini, Zhuang dan kolega menggunakan data 14.000 pasien dalam studi, yang ketika baru mulai berpartisipasi tidak mengalami A-fib. Hasilnya menunjukkan bahwa 1.900 di antaranya mengalami A-fib setelah 22 tahun berlalu.

Kaitan antara A-fib dan diet rendah karbohidrat pun menjadi semakin jelas ketika para peneliti membandingkan makanan mereka.

Partisipan yang konsumsi karbohidratnya tidak sampai 45 persen kalori harian ditemukan 18 persen lebih mungkin mengalami Afib dibandingkan partisipan yang mengonsumsi karbohidrat sebanyak 45-52 persen kalorinya.

Meski demikian, para peneliti pun mengakui bahwa konsumsi karbohidrat yang terlalu tinggi juga meningkatkan risiko A-fib.
Akan tetapi, risiko A-fib yang mereka alami masih 16 persen lebih rendah dibanding orang-orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat.
Zhuang mengatakan, diet rendah karbohidrat diasosiasikan dengan peningkatan risiko A-fib, tidak peduli apa tipe protein atau lemak yang digunakan untuk menggantikan karbohidratnya.

Hal ini, menurut para peneliti, mungkin disebabkan oleh peningkatan konsumsi daging merah dan lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko pembengkakan kardiovaskular.
Seseorang yang mengikuti diet rendah karbohidrat kemungkinan juga mengonsumsi lebih sedikit buah-buahan dan sayuran yang mengandung antioksidan.

/* */