Bagaimana Metabolisme Membakar Lemak Tubuh?

Bagaimana Metabolisme Membakar Lemak Tubuh?

Bagaimana Metabolisme Membakar Lemak Tubuh?

Bagaimana Metabolisme Membakar Lemak Tubuh?

Tidak sedikit yang mengeluhkan timbunan lemak yang menumpuk di bagian tertentu tubuh seperti di perut, pinggang, lengan dan paha. Ketidaknyaman tersebut membuat seseorang termotivasi untuk mulai melakukan program pembakaran lemak, terutama melalui cara-cara instan yang membahayakan kesehatan.

Padahal ada yang lebih penting dari sekedar menggunakan obat-obatan atau operasi sedot lemak untuk mengurangi timbunan lemak di tubuh, yakni memahami kinerja ‘mesin’ pembakar lemak tubuh atau yang disebut dengan metabolisme. Ini penting untuk dipahami agar Anda mengetahui cara-cara efektif membakar lemak dengan cara yang lebih sehat.

Apa itu Metabolisme?

Anda pasti sering mendengar istilah ini, dan mungkin beberapa orang di luar sana masih belum benar-benar memahami apa itu metabolisme.

Secara sederhana metabolisme diartikan sebagai laju pembakaran kalori tubuh dalam rangka menghasilkan energi. Seperti kita ketahui bahwa tubuh membutuhkan energi untuk tetap hidup. Energi tersebut didapatkan dari konsumsi makanan dan minuman setiap hari. Itulah sebabnya, diet yang menganjurkan Anda untuk mengurangi frekuensi makan adalah diet yang tidak sehat karena hanya akan membaut Anda kekurangan energi dan kelaparan.

Baca Juga: Cara Cerdas Mengecilkan Perut Buncit Dalam 20 Hari Tanpa Lapar Tanpa Olahraga

Apa yang Mempengaruhi Tingkat Metabolisme?

Dari sekian hal yang mempengaruhi tingkat metabolisme seseorang ada hal lain yang berpengaruh penting terhadap tingkat metabolisme tubuh, yaitu otot. Semakin banyak otot yang dimiliki semakin tinggi metabolisme tubuh Anda dan semakin banyak pula lemak yang digunakan sebagai energi. Sel-sel otot adalah jaringan hidup yang siap membakar lemak non-stop 24 jam setiap hari.

Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat metabolisme tubuh secara berurutan:

  • Otot
    Otot merupakan mesin pembakar lemak paling efektif yang ada dalam tubuh Anda. Semakin banyak otot semain banyak lemak yang dibakar.
  • Frekuensi Makan
    Makan lebih sering 5-6 kali sehari akan menjaga tingkat metabolisme tubuh sekaligus menjaga gula darah tetap stabil. Dan yang terpenting Anda tidak akan kelaparan.
  • Tingkat Aktivitas
    Semakin tinggi aktivitas Anda maka semakin banyak pula kalori yang dibakar sebagai energi. Semakin rendah aktivitas Anda maka semakin besar potensi tubuh Anda menyimpan lemak.
  • Stres
    Stres berkepanjangan dapat mengakibatkan tingkat metabolisme melambat. Orang yang mampu mengatasi stres memiliki metabolisme tubuh yang lebih baik.
  • Tetap Terhidrasi
    Menjaga tubuh tetap terhidrasi (cukup cairan) juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh Anda. Jika tubuh kekurangan cairan (dehidrasi) maka metabolisme tubuh akan melambat, energi tubuh menurun, dan muncul gangguan kesehatan yang menyertainya.

Mengurangi Makan tapi Berat Badan Sulit Turun?

Kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan pasti akan mengurangi frekuensi makan dari 3 kali sehari menjadi 2 atau 1 kali sehari. Bahkan ada yang tidak makan seharian penuh dengan harapan berat badannya cepat turun.

Secara medis tentu diet semacam ini tidak dianjurkan karena hanya akan mengakibatkan gangguan kesehatan. Mengurangi frekuensi makan hanya akan memperlambat laju metabolisme, akibatnya tubuh akan kekurangan nutrisi. Saat kekurangan nutrisi maka tubuh akan mengambilnya dari otot. Ketika otot Anda menyusut maka Anda tidak lagi memiliki mesin pembakar lemak, sehingga berat badan Anda sulit turun karena cenderung menyimpan lemak.

Cara Meningkatkan Metabolisme untuk Membakar Lemak

Makan 5-6 Kali Sehari
Makan lebih sering tidak akan membuat Anda gemuk, sebaliknya akan membuat berat badan Anda berkurang karena tingkat metabolisme Anda tetap terjaga.

Pilih Menu Tinggi Protein
Protein adalah bahan baku pembentuk otot. Dan otot adalah mesin pembakar lemak. Jadi mengonsumsi makanan tinggi protein akan membantu tubuh membakar lemak lebih efisien.

Pilih Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat simple seperti nasi putih, roti, dan kue kering dapat membuat gula darah melonjak drastis. Makanan ini pun hanya akan memberikan energi dalam waktu singkat sehingga Anda akan lebih sering merasa lapar. Ganti sumber karbihidrat Anda dengan karbohidrat kompleks yang bisa didapatkan dari nasi merah, gandum, dan yang paling murah ubi jalar, yang akan memberikan Anda energi berkala karena dicerna lebih lambat dari karbohidrat simple.

Pacu dengan Latihan
Untuk memaksimalkan laju metabolisme tubuh Anda, tambahkan program latihan dalam jadwal harian Anda. Kombinasi latihan beban dan kardio adalah cara yang tepat untuk memaksimalkan pembakaran lemak sekaligus menambah sel-sel otot baru.

Istirahat Cukup
Tidur cukup 7-8 jam di malam hari akan menjaga fungsi metabolisme tubuh Anda. Kurang tidur hanya akan merusak siklus metabolisme, menurunkan produktivitas kerja dan membuat Anda cepat lapar.

Maksimalkan dengan Suplemen Pembakar Lemak
Setelah semua hal di atas sudah Anda lakukan, Anda bisa menggunakan suplemen pembakar lemak untuk memaksimalkan pembakaran lemak di tubuh Anda.

Nah, kini Anda sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan metabolisme tubuh dan bagaimana cara meningkatkan metabolisme untuk membakar lemak lebih banyak. Dengan pengetahuan ini semoga Anda memahami bahwa tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk membakar lemak, tentunya melalui cara-cara yang sehat.

Is Eating Fat Makes You Fat?

Is Eating Fat Makes You Fat?

Is Eating Fat Makes You Fat?

Dari jaman kita mulai kegendutan, semua orang selalu mengatakan kepada kita hal yang sama, yaitu bahwa kita makan fat (lemak atau sering diasosiasikan dengan minyak), maka tubuh kita akan menjadi fat (gemuk). Dan kalau mau kurus, solusinya adalah jangan makan lemak atau makanan berminyak. Hindari lemak dengan segala cara. Apakah kenyataannya seperti itu? Kalau tidak semua kalori adalah sama, maka jawabannya adalah tidak semua lemak adalah sama.

Tubuh kita, memproses lemak yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Bedanya adalah, dengan mengkonsumsi lemak jelek (bad fat) maka kita mematikan tombol pembakar lemak tubuh yang menyebabkan kita lebih susah lagi untuk membakar lemak. Sedangkan mengkonsumsi lemak bagus (good fat) akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu kita untuk membakar lemak.

Sebagai contoh, ada study yang menunjukkan bahwa lemak di dalam minyak ikan, EPA (good fat) dapat meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan insulin tubuh, sedangkan trans fat (lemak yang sangat jelek) justru menghasilkan efek yang sebaliknya yaitu menghambat metabolisme dan memperlambat proses pembakaran lemak.

Jadi pada dasarnya, makanlah lemak baik dan tingkatkan pembakaran lemak tubuh atau makanlah lemak yang salah dan tingkatkan berat badan serta pelankan metabolisme tubuh Anda. Jenis lemak lebih penting daripada jumlah lemak yang Anda makan.

Sebenarnya ada 3 jenis lemak, yaitu lemak baik, lemak jelek dan lemak yang sangat jelek. Lemak baik meningkatkan metabolisme, lemak jelek memperlambat metabolisme. Lemak sangat jelek merupakan variant yang sangat berbeda. Lemak ini dibuat oleh manusia dan tidak bisa dicernah oleh tubuh kita.

– Lemak baik
Omega 3 adalah lemak baik nomor satu. Masalahnya adalah pada pola makan modern saat ini, 99% dari kita semua kekurangan omega 3. Kita tidak cukup memakan ikan seperti jaman nenek moyang kita dulu. Kita bisa mendapatkan omega 3 di ikan salmon contohnya, flaxseed oil, beberapa tipe kacang-kacangan juga mengandung omega 3.

Monosaturated fats yang mayoritas berasal dari olive oil. Monosaturated fat diet bisa menurunkan resiko penyakit seperti jantung, diabetes dan kanker. Penggunaan olive oil juga menunjukkan penurunan radang, peningkatan sistem kekebalan tubuh, menurunkan gula darah, cholesterol dan mengurangi pengentalan darah. Sumber-sumber monosaturated fat adalah extra virgin olive oil, hazelnuts, almonds, brazil nuts, advocado, dan sebagainya.

Saturated fat, yang dianggap cukup jelek, tetapi juga memberikan beberapa hal yang cukup kita butuhkan. Beberapa efek yang kurang disukai adalah jenis lemak ini dapat meningkatkan LDL Cholesterol. Tetapi jenis ini cukup dibutuhkan untuk pertumbuhan anak kecil.

Omega 6 Polyunsaturated Fats yang tidak dimurnikan juga cukup dibutuhkan oleh tubuh. Biasa ditemukan di dalam minyak sayur seperti grape seed oil, sesame oil dan sebagainya. Gunakan sedikit saja kalau Anda masih ingin mengoptimalkan pembakaran lemak tubuh.

– Lemak jelek
Polyunsaturated Vegetable Oil yang dimurnikan termasuk yang tersedia luas secara komersial seperti corn vegetable oil, soy dan lain-lain.

Saturated fat kebanyakan juga harus diminimalkan

– Lemak sangat jelek
Dalam kategori ini adalah trans fat. Trans fat banyak ditemukan di beberapa jenis mentega, crackers, permen, cookies, snack, fried food, salad dressing, dan lain-lain. Jenis lemak ini menghambat metabolisme tubuh, menambah berat badan dan meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung dan kanker. Masalahnya adalah kita mengkonsumsi jenis lemak ini cukup banyak dalam pola makan kita sehari-hari

Setelah mengetahui jenis-jenis lemak, perhatikan pola makan Anda untuk tetap mengkonsumsi lemak baik dalam jumlah yang cukup. Diet tanpa lemak tidak akan membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi pola makan yang banyak mengandung lemak jelek juga sangat berbahaya!

Trik Ini Mampu Mengatasi Kecanduan Makanan Berlemak

Trik Ini Mampu Mengatasi Kecanduan Makanan Berlemak

Trik Ini Mampu Mengatasi Kecanduan Makanan Berlemak

Konsumsi makanan berlemak yang berlebihan diketahui dapat menyebabkan efek kecanduan karena dapat membuat tubuh merasa nyaman dalam waktu yang singkat. Padahal makanan berlemak dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit serius lainnya.

Berikut ini cara yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kecanduan makanan berlemak, antara lain:

1. Mengatasi stres
Anda dapat melawan keinginan untuk makan makanan berlemak dengan cara mengatasi salah satu pemicunya, yaitu stres. Stres dapat meningkatkan kadar ghrelin, yaitu hormon yang mempengaruhi rasa lapar dan hal ini membuat makanan tinggi lemak terlihat lebih menggoda.

Tarik napas dalam-dalam, tahan dan kemudian hembuskan secara perlahan setiap kali pikiran Anda terbebani oleh masalah.

2. Hindari memesan makanan dari layanan pesan antar (delivery)
Ketika Anda merasa lapar di malam hari, mungkin pilihan termudah adalah memesan makanan melalui layanan pesan antar restoran. Tetapi, restoran yang menyediakan jasa pesan antar, biasanya menyajikan menu-menu makanan yang berlemak tinggi seperti burger, pizza, dan sebagainya.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji dapat membebani tubuh dengan asam lemak omega 6 yang dapat membuat Anda menginginkan lebih banyak makanan berlemak. Pilihan terbaik adalah memasak sendiri makanan Anda di rumah dan memilih ikan sebagai sumber asam lemak omega 3 yang baik untuk tubuh.

3. Mengingat masa-masa sulit
Menurut penelitian, seseorang yang mengingat kembali masa-masa sulitnya sebelum memilih makanan, cenderung menjatuhkan pilihan untuk makan makanan yang lebih sehat. Masa-masa sulit seseorang contohnya adalah saat dimana Anda sedang sakit atau tidak memiliki cukup uang untuk makan makanan restoran.

Berpikir tentang masa-masa sulit dapat membuat seseorang berpikir ulang jika ingin makan makanan di restoran yang biasanya berlemak tinggi.

4. Jangan melewatkan waktu makan
Ketika seseorang melewatkan waktu makan, misalnya tidak sarapan, dirinya akan terlalu lapar di siang hari. Perut yang kelaparan membuat tubuh menginginkan kenyamanan dengan cepat yaitu dengan makan makanan berlemak.

Jangan melewatkan waktu makan dan makanlah minimal satu jam setelah bangun tidur dengan makanan berprotein, karbohidrat dan lemak sehat untuk mencegah kelaparan di tengah hari.

Jangan Kaget, Ini Reaksi Tubuh Saat Detoks

Jangan Kaget, Ini Reaksi Tubuh Saat DetoksCara Langsing

Merasa pusing dan  mual saat baru saja menjalani detoks? Jangan khawatir dan langsung berpikir Anda tak sanggup menjalani detoks ini.

Pakar bidang detoks Andang W Gunawan mengatakan, reaksi itu biasa terjadi ketika baru saja menjalani detoks. Menurutnya, reaksi detoks ini memang sering kali membuat para pemula kaget. Akhirnya mereka berhenti menjalani detoks dan kembali pada pola makan tak sehat.

Padahal, reaksi tersebut adalah proses yang dinamakan healing crises atau krisis penyembuhan untuk kemudian mengeluarkan racun dalam tubuh.

“Kalau kita sudah sering melakukan detoks, reaksi tetap akan muncul. Tetapi kalau tubuh kita biasa detoks, enggak terlalu dirasakan,” ujar Andang beberapa waktu lalu di Jakarta.

Seperti dalam bukunya, “Diet Detoks, Cara Alami Menguras Racun Dalam Tubuh”, Andang menjelaskan bahwa bentuk reaksi dan kemunculannya berbeda-beda bagi setiap orang.

Reaksi lain yaitu, warna urine lebih keruh dan baunya lebih tajam. Reaksi ini sering terjadi pada mereka yang sebelumnya sering konsumsi obat untuk menyembuhkan penyakit. Akibatnya, bau obat pun ikut terbuang bersama urin dan kotoran.

Kotoran juga akan lebih banyak dan disertai lendir yang cukup pekat. Bahkan untuk yang menjalani program detoks lebih panjang, tubuh akan mengeluarkan kotoran dari lapisan sel yang paling dalam. Bentuk kotoran akan lebih pekat dan berwarna mulai dari kehijauan sampai kehitaman.

Anda juga akan sering buang angin dengan bau yang sangat menusuk. Selain itu, mengalami nyeri sendi hingga batuk-batuk maupun pilek. Terkadang muncul rasa sangat lapar ketika melihat makanan. Namun, rasa lapar yang berlebihan biasanya akan hilang setelah tiga hari menjalani detoks.

Kebanyakan reaksi ini terjadi pada hari ketiga melakukan detoks. Pada hari ketiga ini tubuh baru bisa mengeluarkan racun. “Jadi, jangan berhenti detoks pada hari ketiga,” kata Andang.

Baca Juga: Cara Cerdas Mengecilkan Perut Buncit Dalam 20 Hari

Ketika reaksi tersebut terjadi, perbanyaklah minum air putih, dan kurangi aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga. Jangan pula langsung tergoda dengan makanan berat seperti daging, nasi, dan makanan berlemak.

Istirahat lah di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Menurut Andang, reaksi ini akan terjadi pada tahap awal saja.

“Itu cuma sebentar. Sesudah itu kita akan energik, lebih segar, kuat, siang-siang enggak ngantuk,” jelas Andang.

Akan tetapi, jika reaksi tersebut terus menerus terjadi, misalnya selama dua minggu, konsultasikan ke ahli nutrisi  yang menguasai detoks.

Menurut Andang, perlu kesabaran untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Apalagi racun sudah lama terbentuk sehingga lama pula untuk pembersihannya. Hal ini merupakan tantangan jika ingin memiliki tubuh yang sehat.

Detoks sendiri sama halnya dengan puasa dari makanan yang tidak sehat. Detoks ini bisa dilakukan selama 7 hari, 14 hari, hingga 40 hari. Anda hanya akan makan buah dan sayur-sayuran.

Andang menjelaskan, buah dan sayur membantu proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh lebih maksimal. Racun yang menumpuk dalam tubuh selama ini akan bersikulasi dalam darah dan getah bening. Kemudian bisa merusak sel dan jaringan sekitarnya sehingga bisa menyebabkan penyakit kronis.

Pencarian terkait:

/* */