4 Kebiasaan Yang Bikin Perut Buncit Plus 1 Kebiasaan Untuk Mengembalikannya

4 Kebiasaan Yang Bikin Perut Buncit Plus 1 Kebiasaan Untuk Mengembalikannya

Well, perut buncit bagi sebagian orang kadang membuat menjadi tidak PD dan supaya tidak menjadi makin buncit sebaiknya dihindari penyebab-penyebabnya atau kebiasaan-kebiasaan yang bikin perut kita jadi buncit. Oke langsung aja kita bahas yaa apa sih 4 kebiasaan yang bikin perut jadi buncit itu?

4 Kebiasaan yang bisa bikin perut buncit

Kebiasaan 1: Ngemil Di Malam Hari

ngemil di malam hari bikin perut buncitNgemil memang paling enak apalagi kalau sedang lapar di tengah malam, hanya saja sebaiknya dihindari ngemil menjelang jam-jam tidur. Kenapa? Karena bila ngemil mendekati jam-jam tidur sama saja membuat perut kita jadi penuh dengan makanan. Akibatnya akan membuat tubuh kita menyimpan kalori yang lebih banyak dan tidak terbakar maksimal sehingga terjadi penumpukan lemak di sekitar perut.

Kebiasaan 2: Alkohol

Kebiasaan minum alkohol juga bisa bikin perut buncit, lho. Karena, alkohol memiliki kandungan kalori dan gula yang hampir sama dengan makanan berlemak. Dengan begitu, alkohol bisa membuat kerja hati semakin keras dan gula pun menumpuk di bagian perut. So, kebiasaan ini sebaiknya dihindari.

Kebiasaan 3: Kelamaan Duduk

Bagi mereka yang sibuk bekerja di kantor hal ini tidak bisa dihindari mengingat pekerjaan yang menumpuk dan harus diselesaikan segera. (sambil ngelirik bos). Luangkanlah waktu sejenak untuk berdiri atau berjalan di dekat meja kerja karena bila kelamaan duduk bisa menyebabkan perut buncit karena posisinya kurang baik sehingga perut menjadi tertekan dan posisi tersebut akan bertahan selama kamu bekerja.

Kebiasaan 4: Tidur Setelah Makan

Kebiasaan malas yang satu ini sebaiknya segera kamu hilangkan ya. Sebab, sistem pencernaan tidak berjalan dengan baik jika kamu tidur setelah makan.

Itulah 4 kebiasaan yang bikin perut kita jadi buncit dan sebaiknya kita hindari, lalu apa 1 kebiasaan yang dapat merubah perut kita jadi rata kembali dan lebih langsing? Dan ternyata kebiasaan ini menjadi kebiasaan rutin yang dilakukan oleh beberapa artis indonesia. Dan kabar baiknya lagi kebiasaan ini juga direkomendasikan oleh beberapa dokter juga lhoo.

Penasaran? apa sih 1 kebiasaan itu? Simak liputan lengkapnya disini!

Pencarian terkait:

Waspadai Bahaya Lemak Perut Bagi Jantung Anda

Waspadai Bahaya Lemak Perut Bagi Jantung Anda

Waspadalah jika Anda memiliki timbunan lemak di perut, meski berat badan normal. Karena lemak di perut atau perut buncit membuat risiko Anda terkena penyakit jantung lebih besar daripada orang yang kegemukan.

Waspadai Bahaya Lemak Perut Bagi Jantung Anda

Dalam penelitian terbaru, para peneliti menemukan bahwa orang dengan berat badan normal tetapi lingkar pinggangnya lebar berisiko tiga kali lebih besar meninggal karena penyakit jantung dan berisiko dua kali lebih besar meninggal karena penyebab lain, dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal dan lingkar pinggangnya kecil.

“Orang dengan berat badan normal biasanya tak merasa perlu untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Tetapi obesitas sentral atau kegemukan di perut sangat tidak sehat, bahkan pada orang yang kurus,” kata Dr.Francisco Lopez-Jiminez, ahli kardiologi dari Mayo Clinic.

Ada beberapa alasan mengapa obesitas sentral meningkatkan risiko kematian, antara lain karena peningkatan resistensi insulin.

Selain itu, orang yang kegemukan di pinggang biasanya justru kekurangan lemak di bagian yang penting, misalnya di kaki dan pinggul. Mereka juga cenderung memiliki massa otot lebih sedikit.

Untuk mereka yang termasuk obesitas, risiko terkena penyakit kardiovaskular ikut dipengaruhi oleh distribusi lemak. Menurut Lopez-Jiminez, orang obesitas biasanya memiliki lemak di area yang sebenarnya protektif dan mereka punya massa lemak lebih banyak.

Orang yang berat badannya normal tetapi memiliki timbunan lemak di perut atau perut buncit disarankan untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung dengan menurunkan berat badan dan membentuk massa otot sehingga berat badannya terdistribusi.

“Pola makan yang sehat dan olahraga adalah cara mengatasinya. Jika keduanya dilakukan, selain berat badan turun, massa otot juga terbentuk,” katanya.

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam kongres European Society of Cardiology di Munich, Jerman. Penelitian awal ini melibatkan 12.000 pria dan wanita di Amerika Serikat yang mengikuti survei National Health and Nutrition Examination Survey.

Para peneliti juga mengukur berat badan, tinggi, lingkar pinggang, serta pinggul. Para peneliti juga mencocokkannya dengan data kematian nasional.

Selama 14 tahun masa penelitian, lebih dari 2.500 orang meninggal. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 orang meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Ternyata, risiko kematian akibat penyakit jantung 2,75 kali lebih tinggi pada mereka yang berat badannya normal tetapi punya timbunan lemak di pinggang.

Menanggapi hasil studi tersebut, Dr.Gregg Fonarow, profesor kardiologi dari Universitas California, mengatakan bahwa obesitas sentral adalah kelebihan lemak di bagian perut. Pada kondisi ini, jumlah deposit lemak di perut melebihi proporsi lemak tubuh keseluruhan.

Berbagai penelitian menunjukkan obesitas sentral meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

“Pada beberapa penelitian, lingkar pinggang atau rasio pinggang dan pinggul menjadi prediktor yang lebih baik daripada indeks massa tubuh,” kata Fonarow.

Jadi sebaiknya segera kempesin lemak di perut Anda agar terhindar dari resiko penyakit jantung.

/* */